Rabu, 21 April 2010
Investigasi Spesies Mangrove dan Tanaman Pantai
Observasi II Lembaga Advokasi Pengelolaan SDA Boalemo
Lokasi : Pesisir & Muara sungai Mananggu
Observator : Irfan Dai
Ferdi Bobihoe
Tujuan :
- mengidentifikasi Spesies Mangrove dan tanaman Pantai di pesisir pantai mananggu.
- sebagai kegiatan pra pembibitan
- Untuk mempersiapkan bibit dalam kegiatan konservasi dan pemulihan kualitas lingkungan pesisir.
Hasil Observasi
Tim observasi berangakat ke lokasi pukul 08.00 wita. Observasi di mulai dari muara sungai Mananggu, dari hasil identifikasi tim observasi menemukan kawasan hutan mangrove yang sudah beralih status menjadi tambak. Terdapat dua areal tambak tidak produktif masing-masing berukuran kurang lebih 50 x 40 meter, disekitar muara ditemukan berbagai tumpukan pohon tumbang yang berasal dari tindakan akibat eksploitasi di hutan pegunungan, tumpukan bambu serta sampah deterjen masyarakat akibat pembuangan sampah sembarangan di bantaran dan aliran sungai Mananggu.
-Ditemukan di beberapa titik kawasan hutan mangrove, bekas pembabatan/ potongan pohon Mangrove jenis R. Apiculata & R. Mucronata, dan jenis Ceriops Tagal.
-Beberapa jenis Mangrove tumbuh tidak beraturan. R. aPiculata, Mucronata, Ceriops, Sonerratia Alba dan B.Gymnhorhiza di sekitar muara sungai.
-Keadaan/ kondisi tanah berlumpur.
-Di sebelah timur sungai ditemukan lahan yang masih kosong.
-Lahan yang ditanami oleh salah seorang warga yang peduli terhadap lingkungan, jenis R.Apiculata, Mucronata kuran lebih 70 pohon yang diperkirakan berumur kurang lebih 4 tahun.
-Adanya para nelayan yang sementara menangkap udang dengan jarring, nelayan yang sementara memasang jebakan kepiting di sekitar muara sungai.
-Di sebelah barat muara sungai terdapat tempat hiburan malam ( café terapung) yang sudah termasuk kawasan/ wilayah Pohuwato).
-Ditemukan beberapa tanaman pantai yang belum berbuah. Seperti Xylocarpus Granatum (Nyiri), Cemara, Ketapang.
Pukul 15.00 tim observasi melanjutkan perjalanan melalui tepi pantai (pesisir) sampai hujan deras pun turun. Tim observasi sampai di kawasan lahan yang beberapa hari lalu mereka (Lapesda Boalemo) telah tanami jenis Ceriops Tagal. Tim observasi memperbaiki bibit yang sudah roboh akibat hama kepiting dan genangan air.
pada dasarnya Pembabatan/ pengrusakan yang dilakukan oleh warga menurut pendapat Ferdi Bobihoe, adalah pada dasarnya dilatar belakangi oleh pemenuhan kebutuhan ( papan)utk kebutuhan pondokan di sawah atau di areal kebun, juga ada beberapa jenis ceriops tagal yang rusak akibat penebangan yang dimanfaatkan untuk pembuatan bunga hiasan rumah tangga /furniture ( bunga Sinetron)..
dari hasil observasi ini,... tim observator menyimpulkan tentang perlunya kegiatan pembibitan sebagai planing rehabilitasi bersama di pesisir mananggu yang di rencanakan pelaksanaanya bulan Agustus 2010... (irf.bunglon D)
Senin, 12 April 2010
Lestarikan mangrove, lestarikan generasi
Bukan sekedar ceremonial belaka mlainkan aksi yg dilakukn LApesda BOalemo adl bnar2 rehabilitasi pesisir dlm ranka pnxelamtn generasi 1000 tahun yg akan dtg... Sbg bkti konkrit humanisasi.
Langganan:
Komentar (Atom)
